PRAKATA PENULIS Dari "Muka Gagap" hingga Membawa Harapan dan Penghasilan Salam hangat dari hati ke hati, Sahabatku. Terima kasih sudah berkenan menghentikan sejenak langkahmu yang sibuk, meluangkan waktu yang berharga, dan membuka lembaran karya sederhana ini. Sebelum kita melangkah lebih jauh, izinkan saya menyapamu dengan nama kecil yang biasa melekat pada saya di atas panggung: MARMUT —singkatan panggilan dari MAs fajaR iMUT . Sebuah nama yang selalu mengingatkan saya untuk tetap membumi, hangat, tidak merasa paling hebat dan imut. Jika hari ini kamu memegang buku ini dalam keadaan sering ragu, lidah terasa kelu, atau jantung berdebar kencang tiap kali diminta berdiri di depan orang banyak... ketahuilah, kamu tidak sendirian. Saya pernah berada di titik terendah yang mungkin jauh lebih parah dari apa yang kamu alami hari ini. Limabelas tahun lalu, saya hanyalah seorang pemuda dengan ucapan yang sering terbata. Lidah kaku, nada patah-patah, dan tak jarang menjadi sasaran ta...
“YAKIN MAU BERHENTI?” Yakin mau berhenti bertanya? Padahal jawabannya belum nyata. Dunia luas, jernihkan hati, karena pengetahuan takkan pernah habis. Yakin mau menutup mata pada hal baru yang menantangmu? Rasa penasaran adalah kunci untuk membuka pintu yang dulu terkunci. Untuk apa takut salah? Untuk apa malu? Setiap langkah adalah ilmu. Yang pintar bukan yang tahu segala, tapi yang mau terus belajar belajar belajar dan belajar. Jadi, tetaplah seperti anak kecil yang selalu ingin tahu, tak jemu. Karena di sanalah keajaiban lahir: dari satu pertanyaan yang tak henti. Selamat Bertanya. Salam dari Warungboto.