Langsung ke konten utama

Postingan

PRAKATA BUKU PENGANTAR PUBLIC SPEAKING PRAKTIS

PRAKATA PENULIS Dari "Muka Gagap" hingga Membawa Harapan dan Penghasilan Salam hangat dari hati ke hati, Sahabatku. Terima kasih sudah berkenan menghentikan sejenak langkahmu yang sibuk, meluangkan waktu yang berharga, dan membuka lembaran karya sederhana ini. Sebelum kita melangkah lebih jauh, izinkan saya menyapamu dengan nama kecil yang biasa melekat pada saya di atas panggung: MARMUT —singkatan panggilan dari MAs fajaR iMUT . Sebuah nama yang selalu mengingatkan saya untuk tetap membumi, hangat, tidak merasa paling hebat dan imut. Jika hari ini kamu memegang buku ini dalam keadaan sering ragu, lidah terasa kelu, atau jantung berdebar kencang tiap kali diminta berdiri di depan orang banyak... ketahuilah, kamu tidak sendirian. Saya pernah berada di titik terendah yang mungkin jauh lebih parah dari apa yang kamu alami hari ini. Limabelas tahun lalu, saya hanyalah seorang pemuda dengan ucapan yang sering terbata. Lidah kaku, nada patah-patah, dan tak jarang menjadi sasaran ta...
Postingan terbaru

Yakin mau berhenti?

 “YAKIN MAU BERHENTI?” Yakin mau berhenti bertanya? Padahal jawabannya belum nyata. Dunia luas, jernihkan hati, karena pengetahuan takkan pernah habis. Yakin mau menutup mata pada hal baru yang menantangmu? Rasa penasaran adalah kunci untuk membuka pintu yang dulu terkunci. Untuk apa takut salah? Untuk apa malu? Setiap langkah adalah ilmu.   Yang pintar bukan yang tahu segala, tapi yang mau terus belajar belajar belajar dan belajar. Jadi, tetaplah seperti anak kecil yang selalu ingin tahu, tak jemu.   Karena di sanalah keajaiban lahir: dari satu pertanyaan yang tak henti. Selamat Bertanya.  Salam dari Warungboto. 

IDENTITAS

A. Identitas Penulis 1. Nuzulul Fajar, S.Fil.I. 2. Jakarta, 18 Oktober 1998. 3. Warungboto UH IV, RT. 34 RW. 08 No. 987C. Kode Pos 55164 Kota Yogyakarta, DIY. B. Riwayat Pendidikan Urutkan dari yang tertinggi hingga terendah. 1. Pendidikan Sarjana (S1)-Program Studi Aqidah & Filsafat Islam-Fakultas Ushuluddin & Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta-2024 4. Prestasi akademik (Cum Laude, Summa Cum Laude, beasiswa, dll.) jika relevan. C. Riwayat di Menwa 1. Satuan 03 UIN Sunan Kalijaga 2. Nomor angkatan/diksar. 3. Tahun aktif. 2017 - saat ini.  4. Jabatan yang pernah diemban, misalnya:    * Komandan Kelompok Pasukan    * Staff Protokoler & Humas    * Anggota Pokpas 5. Pendidikan atau kursus Menwa yang pernah diikuti. 1. Pendidikan Dasar  2. Pelatihan SAR Nasional  3. Suskabintalnas  6. Prestasi atau penghargaan selama menjadi anggota Menwa. D. Riwayat Karier 1. Direktur 2. Global Outbound 3. Pro...

Profile & Rekam Jejak

PROFILE PENULIS & TOKOH Nuzulul Fajar: Sang Arsitek Pengalaman dan Penerjemah Nilai dalam Transformasi Soft Skills PENGANTAR Nuzulul Fajar adalah seorang pakar experiential learning , profesional trainer, dan konsultan pengembangan karakter yang dikenal luas atas dedikasinya dalam membangun kapasitas manusia melalui pendekatan humanis, kolaboratif, dan berbasis nilai. Berangkat dari pemikiran yang mendalam dan latar belakang akademis yang kuat, ia telah melintasi berbagai panggung pelatihan nasional untuk mendesain program-program transformasional. Nuzulul Fajar kini menjadi figur kunci yang dipercaya oleh berbagai korporasi multinasional, instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, hingga organisasi komunitas dalam menavigasi peningkatan soft skills , kepemimpinan, dan soliditas tim. KEAHLIAN UTAMA Experiential Learning & Soft Skills Specialist: Nuzulul Fajar memiliki keahlian langka sebagai seorang Experience Designer . Ia tidak sekadar menyampaikan teori di dalam kelas, mela...

HYPNOTHERAPY

 Pernah dengar HYPNOTHERAPY—tapi masih mengira ini soal “tidur dan disuruh menari”?  HYPNOTHERAPY  Apakah Anda menemukan diri Anda tidak dapat bersantai di malam hari atau menemukan pikiran Anda berpacu dari satu pikiran ke pikiran lain?  Ini adalah perasaan frustasi karena tidak bisa tidur. Itu merampas masa peremajaan kita yang sangat dibutuhkan dan menyebabkan kita tergelincir dari tekad kita yang biasa. Tingkat stres kita kemudian meningkat, menciptakan lingkaran setan saat tubuh kita berjuang untuk rileks. Percaya atau tidak percaya, terkadang masalah medis atau efek samping kimiawi yang menghalangi kita untuk mendapatkan istirahat yang kita butuhkan. Apapun penyebabnya, hasilnya sama persis. Malam gelisah lainnya diikuti oleh hari yang melelahkan.  Hypnotherapy membuka pintu menuju perubahan yang langgeng dengan langsung menuju ke sumber masalahnya dan membingkai ulang seluruh pikiran Anda pada tingkat bawah sadar. Bayangkan bagaimana rasanya: Nikmati deng...

Kesurupan Setan?

 CERITA: Obrolan di Warung Kopi yang Bikin Ustadz Nyerah Di sebuah warung kopi dekat kampus,  ada obrolan panas antara tiga orang:  - Aab, mahasiswa psikologi  - Ustadz Miqdam, dai muda yang aktif di kajian  - Pak Juki, tukang ojek yang suka baca Al-Qur’an sambil nunggu penumpang  Topiknya:  "Setan dan kesurupan itu nyata nggak sih?" Ustadz Miqdam langsung angkat suara: “Jelas nyata! Setan itu makhluk halus, diciptakan dari api, suka goda manusia, masuk ke tubuh lewat telinga, dan bikin orang kesurupan, teriak-teriak, sampai harus dipanggilkan guru spiritual!” Aab nyeruput kopi, lalu senyum: “Kalau setan bisa masuk lewat telinga… berarti dia kena otitis eksterna, Pak Ustadz.”  Semua tertawa.  Termasuk Ustadz Miqdam.  Tapi dia balik: “Kamu mau bantah dalil dengan canda?”  Aab santai: “Nggak, Pak. Saya mau bantah kebingungan dengan fakta.  Boleh saya tanya:  Kalau setan itu nyata, kenapa nggak pernah muncul di rekaman MRI? K...

Petani dan Air Hujan

Cerita Singkat: Petani dan Air Hujan Di sebuah desa, hidup seorang petani muda yang rajin.   Setiap pagi dia bangun lebih awal, mencangkul, menyiangi rumput, menyiram sawah.   Tapi musim kemarau datang.   Hujan tidak turun selama 3 bulan.   Sawah kering. Benih mati.   Orang-orang bilang:   "Kamu sudah gagal. Berhentilah." Tapi petani itu tidak berhenti.   Dia tetap mencangkul tanah yang kering.   Anak-anak desa heran:   "Untuk apa mencangkul tanah kering?" Dia tersenyum:   > "Aku tidak mencangkul untuk menanam hari ini.   > Aku mencangkul agar tanah siap —   > saat hujan akhirnya turun." 6 minggu kemudian, hujan turun deras.   Petani itu langsung menabur benih.   Sementara petani lain masih sibuk memperbaiki lahan yang keras,   dia sudah mulai menanam.   Musim panen tiba.   Lahannya menghasilkan padi paling sub...