Belajar dari Ka Tony Ventriloquis: Merawat Instrumen Vokal
Pertumbuhan seorang pembicara tidak pernah terjadi di dalam ruang isolasi. Saya sangat bersyukur dikelilingi oleh kawan-kawan hebat yang terus memberi saya pelajaran hidup. Relasimu adalah Rezekimu.
Dalam sebuah diskusi hangat bersama senior saya, Ka Tony (Finalis Indonesian Got Talent & Ventriloquist Papan Atas Indonesia), saya memetik pelajaran berharga tentang profesionalisme tingkat tinggi. Sebagai seorang ventriloquis dengan jadwal pertunjukan yang sangat padat, aset paling berharga yang beliau miliki adalah SUARA.
Beliau bercerita betapa ketatnya beliau menjaga apa yang masuk ke dalam tubuhnya:
- Disiplin Menghindari Minum Es / Air Dingin jelang dan saat periode pertunjukan.
- Menjauhi Makanan Berminyak, Pedas, dan Olahan Susu yang memicu lendir di tenggorokan.
- Menjaga Pola Istirahat Vokal di luar panggung.
Ka Tony mengingatkan saya bahwa seorang profesional sejati tidak pernah menyerahkan performanya pada keberuntungan belaka. Beliau memelihara pita suaranya bagaikan seorang maestro memelihara instrumen musik terbaiknya.
Bagaimana dengan kita? Sering kali kita ingin tampil prima di panggung, tapi malam harinya kita masih membiarkan fisik kita kelelahan dan kurang beristirahat. Itu bukan hanya ceroboh, tapi bentuk ketidakdisiplinan!
Salam Disiplin adalah Napasku
Komentar
Posting Komentar