Langsung ke konten utama

Kalimat Afirmasi

"NAKA, saat ini kamu mungkin sedang tertidur nyenyak di dalam rahim hangat Buna. Di saat-saat seperti ini, saya merasa terhubung denganmu dengan cinta yang tak terbatas. Setiap detak jantungmu adalah musik yang menenangkan di telinga saya, mengingatkan saya akan keajaiban kehidupan yang sedang berkembang di dalam rahim ibumu. Saat kamu tertidur, saya mengirimkan cinta, ketenangan, dan harapan kepada kamu, dengan harapan bahwa energi positif ini akan membantu kamu bersiap untuk perjalananmu ke dunia ini. Kamu adalah cahaya yang menyinari keluarga kami, dan kami merindukan kedatanganmu dengan tak sabar. Saya dan Buna siap untuk menyambutmu dengan senyuman dan kebahagiaan yang tak terbatas. Bersama-sama, kita akan melewati setiap momen dengan cinta, keberanian, dan kegembiraan. Persalinanmu akan menjadi peristiwa yang penuh keajaiban, dan saya bersumpah untuk selalu berada di samping Buna, mendukung dan mencintai kamu tanpa batas. Ketika kamu lahir nanti, kamu akan disambut dengan tangan terbuka oleh keluarga yang mencintaimu lebih dari apapun. Kamu adalah anugerah yang luar biasa bagi kami, dan kami bersyukur atas kehadiranmu dalam hidup kami. Selamat tidur, Naka, dan semoga mimpi-mimpimu dipenuhi dengan cinta dan kebahagiaan. Besok, saat kamu tiba di dunia ini, kamu akan disambut dengan sukacita dan kehangatan yang tak terbatas. Kami tidak sabar untuk bertemu denganmu, sayang."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

QUESTIO - BAB 1

  BAB 1 – AWAL SEMUA DIMULAI “Karena setiap kedekatan dimulai dari satu pertanyaan kecil yang tulus.” Quaestio Prima "Semua orang bodoh bisa memberi jawaban. Tapi hanya orang bijak yang tahu bagaimana bertanya." — James Thurber Dulu, saat kecil, kamu mungkin pernah bertanya, “Kenapa langit warnanya biru?” Dan entah kenapa, saat dewasa, kamu berhenti bertanya. Buku ini ingin mengembalikan rasa ingin tahu itu. Bukan untuk dapat jawaban, tapi untuk membuka pintu obrolan yang selama ini tertutup rapat. Salam dari MARMUT, Mas fajAR iMUT. Quaestio: Kalau kamu bisa nanya apa saja ke siapa pun, hidup atau sudah tiada, kamu akan bertanya apa… dan kepada siapa? Pertanyaan apa yang paling sering kamu simpan, tapi sebenarnya ingin kamu tanyakan? Kapan terakhir kali kamu merasa benar-benar didengar? Pertanyaan Bisa Jadi Pelukan Pertanyaan itu seperti pelukan: kadang nggak perlu jawaban. Yang penting kita tahu, kita nggak sendirian. Quaestio: Kalau ada seseo...

Kesurupan Setan?

 CERITA: Obrolan di Warung Kopi yang Bikin Ustadz Nyerah Di sebuah warung kopi dekat kampus,  ada obrolan panas antara tiga orang:  - Aab, mahasiswa psikologi  - Ustadz Miqdam, dai muda yang aktif di kajian  - Pak Juki, tukang ojek yang suka baca Al-Qur’an sambil nunggu penumpang  Topiknya:  "Setan dan kesurupan itu nyata nggak sih?" Ustadz Miqdam langsung angkat suara: “Jelas nyata! Setan itu makhluk halus, diciptakan dari api, suka goda manusia, masuk ke tubuh lewat telinga, dan bikin orang kesurupan, teriak-teriak, sampai harus dipanggilkan guru spiritual!” Aab nyeruput kopi, lalu senyum: “Kalau setan bisa masuk lewat telinga… berarti dia kena otitis eksterna, Pak Ustadz.”  Semua tertawa.  Termasuk Ustadz Miqdam.  Tapi dia balik: “Kamu mau bantah dalil dengan canda?”  Aab santai: “Nggak, Pak. Saya mau bantah kebingungan dengan fakta.  Boleh saya tanya:  Kalau setan itu nyata, kenapa nggak pernah muncul di rekaman MRI? K...

QUESTIO - BAB 2

Bab 2: Jiwa yang Mencari “Semua manusia dilahirkan untuk bertanya. Yang membedakan bukan siapa yang tahu lebih banyak, tapi siapa yang berani terus mencari.” — Questio Pintu Pertama Kesadaran Quaestio I: Mengapa Kita Bertanya? Mengapa manusia selalu ingin tahu? Apakah Tuhan itu ada? Jika ya, bagaimana kita bisa membuktikannya? Apa peran agama dalam kehidupan manusia? Apa yang lebih penting: pengetahuan atau kebijaksanaan? Apakah ilmu pengetahuan mampu menjawab semua pertanyaan tentang alam semesta? Bagaimana kita bisa membedakan antara fakta dan opini? Apakah kebenaran itu bersifat absolut atau relatif? Apakah kita benar-benar bebas dalam menentukan pilihan hidup kita? Refleksi: Rasa ingin tahu adalah percikan ilahi yang ditiupkan ke dalam jiwa manusia. Ia seperti api kecil yang tidak akan padam, bahkan di tengah badai. Ia yang bertanya, belum tentu tahu. Tapi ia yang berhenti bertanya, pasti berhenti bertumbuh. Kesadaran Kolektif dan Dunia Dalam Quaestio II: Siapakah Kita...