Langsung ke konten utama

PERNYATAAN KOMITMEN NUZULUL FAJAR

 Apakah tujuan utama Saya menulis dan apa tujuan lain yang dapat diberikannya? Tujuan utamanya adalah membantu Saya mengerti dan mengingat informasi dan pengalaman berharga, menulis juga dapat membantu Saya sejauh mana kemampuan saya dalam mentransfer pengetahuan melalui tulisan, menghasilkan ide segar, mengorganisasikan pikiran, memicu kreativitas, dan membantu mengatasi hambatan mental. 

Saya menyatakan diri saya ini belum pandai dalam bidang tulis-menulis. Dan saya adalah orang yang gemar berbagi melalui tulisan apa yang telah saya dapatkan dengan harapan apa yang saya tulis dapat bermanfaat dan secara positif dapat menguntungkan seluruh pembaca hasil karya Saya pribadi. Karena itu Saya membutuhkan mentoring menulis perdana KLTC ini agar saya lebih baik dalam mencatat pelbagai informasi, dan lebih baik dalam menyusun tulisan. Seperti kutipan menarik yang sudah tertera pada laman pendaftaran mentoring menulis KLTC. “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” (Pramoedya Ananta Toer) Saya tidak menginginkan Saya hilang dalam masyarakat dan sejarah secara cepat. Karena itu Saya memiliki keinginan tinggi mengikuti kelas mentoring menulis ini agar Saya dapat bekerja untuk keabadian. 

Ada seorang tokoh muslim yang bernama Imam Syafi’i pernah mengatakan bahwa menulis merupakan alat untuk mengikat ilmu dan bacaan. Saya tidak jarang menuliskan pelbagai hal yang Saya temukan, baik itu perkataan seorang maestro atau pun sebuah kejadian yang layak di ingat kembali. Dalam dunia perkuliahan di UIN Sunan Kalijaga dan dalam TFT Meta-Mini Series KLTC tugas mereview paling sedikit 3 halaman sudah menjadi kebiasaan setelah selesai kuliah pendalaman. Saya percaya kegiatan menulis dapat menambah wawasan kosakata yang digunakan dalam melatih kemampuan menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat. Dan Saya pun percaya menulis merupakan kegiatan yang menyenangkan, karena menulis bisa menjadi benar satu jalan dapat mempengaruhi dan menginspirasi banyak orang. Saya juga percaya, jika sebuah pengalaman atau kejadian akan menjadi kenangan berharga yang pastinya sangat rugi bila tidak di abadikan melalui tulisan. Barangkali dengan mengikuti mentoring menulis yang diadakan oleh KLTC dapat mengubah cara pandang Saya terhadap sesuatu menajdi lebih baik dan bermakna. Saat ini saya begitu bersyukur karena telah menyadari kemampuan menulis yang Saya miliki belum baik, tidak jarang tanda baca tulisan saya ini Zalim (tidak pada tempatnya). Bagi Saya ini bukanlah hal yang sepele, karena dari tanda baca dan kata-kata yang tidak pada tempatnya memberi dampak pada tulisan menjadi tidak indah dan tidak nyaman untuk di baca. Silakan saja koreksi pernyataan komitmen Saya ini, pasti ada satu atau dua tanda baca yang zalim.

Dengan memiliki kompetensi sebagai penulis secara baik, Saya dapat menuliskan ungkapan terimakasih pada mentor-mentor yang membimbing Saya di kelas mentoring menulis ini pada karya-karya Saya yang nantinya menjadi Best-Seller. Supaya karya-karya Saya menjadi Best-Seller saya butuh untuk dibimbing dan mendapatkan pengetahuan bagaimana cara menulis dengan baik dan benar. Sehingga suatu saat nanti tulisan Saya dapat menjadi indah dan nyaman untuk dibaca oleh banyak orang dan Saya menjadi tahu sejauh mana kemampuan saya dalam mentransfer pengetahuan melalui tulisan, menyampaikan ide segar, mengorganisasikan pikiran, memicu kreativitas, dan membantu mengatasi hambatan mental. Dan dengan harapan kegiatan mentoring menulis ini bisa membuat Saya menyusun serta merangkai kalimat sedemikian rupa agar pesan, informasi, serta maksud yang terkandung dalam pikiran, gagasan, dan pendapat Saya dapat tersampaikan dengan baik dan santun. Moga-moga Saya dan tulisan Saya benar-benar menjadi manfaat dan secara positif dapat menguntungkan seluruh pembaca hasil karya Saya pribadi yang telah di fasilitasi oleh Metta State Publishing pada kelas mentoring menulis KLTC. Maka dari itu, secara sadar utuh dengan kehadiran penuh Saya bersedia mengikuti hingga selesai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku yang telah ditentukan oleh Tim Meta State Publishing dan Saya menyanggupi mendapatkan konsekuensi jika dikemudian hari Saya bersikap tidak sesuai dengan surat pernyataan ini. Saya sampaikan terimakasih setinggi-tingginya dan mohon bimbingannya.

“KITA MENULIS MAKA KITA ADA”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

QUESTIO - BAB 1

  BAB 1 – AWAL SEMUA DIMULAI “Karena setiap kedekatan dimulai dari satu pertanyaan kecil yang tulus.” Quaestio Prima "Semua orang bodoh bisa memberi jawaban. Tapi hanya orang bijak yang tahu bagaimana bertanya." — James Thurber Dulu, saat kecil, kamu mungkin pernah bertanya, “Kenapa langit warnanya biru?” Dan entah kenapa, saat dewasa, kamu berhenti bertanya. Buku ini ingin mengembalikan rasa ingin tahu itu. Bukan untuk dapat jawaban, tapi untuk membuka pintu obrolan yang selama ini tertutup rapat. Salam dari MARMUT, Mas fajAR iMUT. Quaestio: Kalau kamu bisa nanya apa saja ke siapa pun, hidup atau sudah tiada, kamu akan bertanya apa… dan kepada siapa? Pertanyaan apa yang paling sering kamu simpan, tapi sebenarnya ingin kamu tanyakan? Kapan terakhir kali kamu merasa benar-benar didengar? Pertanyaan Bisa Jadi Pelukan Pertanyaan itu seperti pelukan: kadang nggak perlu jawaban. Yang penting kita tahu, kita nggak sendirian. Quaestio: Kalau ada seseo...

Kesurupan Setan?

 CERITA: Obrolan di Warung Kopi yang Bikin Ustadz Nyerah Di sebuah warung kopi dekat kampus,  ada obrolan panas antara tiga orang:  - Aab, mahasiswa psikologi  - Ustadz Miqdam, dai muda yang aktif di kajian  - Pak Juki, tukang ojek yang suka baca Al-Qur’an sambil nunggu penumpang  Topiknya:  "Setan dan kesurupan itu nyata nggak sih?" Ustadz Miqdam langsung angkat suara: “Jelas nyata! Setan itu makhluk halus, diciptakan dari api, suka goda manusia, masuk ke tubuh lewat telinga, dan bikin orang kesurupan, teriak-teriak, sampai harus dipanggilkan guru spiritual!” Aab nyeruput kopi, lalu senyum: “Kalau setan bisa masuk lewat telinga… berarti dia kena otitis eksterna, Pak Ustadz.”  Semua tertawa.  Termasuk Ustadz Miqdam.  Tapi dia balik: “Kamu mau bantah dalil dengan canda?”  Aab santai: “Nggak, Pak. Saya mau bantah kebingungan dengan fakta.  Boleh saya tanya:  Kalau setan itu nyata, kenapa nggak pernah muncul di rekaman MRI? K...

QUESTIO - BAB 2

Bab 2: Jiwa yang Mencari “Semua manusia dilahirkan untuk bertanya. Yang membedakan bukan siapa yang tahu lebih banyak, tapi siapa yang berani terus mencari.” — Questio Pintu Pertama Kesadaran Quaestio I: Mengapa Kita Bertanya? Mengapa manusia selalu ingin tahu? Apakah Tuhan itu ada? Jika ya, bagaimana kita bisa membuktikannya? Apa peran agama dalam kehidupan manusia? Apa yang lebih penting: pengetahuan atau kebijaksanaan? Apakah ilmu pengetahuan mampu menjawab semua pertanyaan tentang alam semesta? Bagaimana kita bisa membedakan antara fakta dan opini? Apakah kebenaran itu bersifat absolut atau relatif? Apakah kita benar-benar bebas dalam menentukan pilihan hidup kita? Refleksi: Rasa ingin tahu adalah percikan ilahi yang ditiupkan ke dalam jiwa manusia. Ia seperti api kecil yang tidak akan padam, bahkan di tengah badai. Ia yang bertanya, belum tentu tahu. Tapi ia yang berhenti bertanya, pasti berhenti bertumbuh. Kesadaran Kolektif dan Dunia Dalam Quaestio II: Siapakah Kita...