Langsung ke konten utama

BERGADANG

Bergadang bukanlah pengalaman asing buat kita, orang tua yang sedang jaga malam, anak-anak muda yang sedang nongkrong di cafe atau tenda lesehan hingga ibu-ibu yang ngerumpi sampai larut malam. Namun, bergadang rasanya makin lengkap jika ada tawa dan canda. 

Joke dan lawakan dalam bergadang biasanya hanya dikuasai segelintir orang. Kita yang pasif rasanya tidak enak jika selalu menjadi pendengar. Tentu dalam benak kita, ingin sekali-kali kita melemparkan lawakan yang bisa mengundang tawa. Bukan begitu? Bahkan dalam bisnis, humor dan joke juga dibutuhkan. Setuju ngga, Gengs? Hehe 

Gua pernah di ceritakan rekan belajar satu mentoring yang mendapat tugas saat ia diminta menemani mentor kami bertemu klien. Tugasnya apa? Menyiapkan humor yang tepat, pada klien yang tepat dan pada waktu yang tepat. 😄 

Lho-lho, katanya humor dan joke itu penting? Kenapa materi tentang humor dan joke itu begitu serius? Karena pada dasarnya JOKE dan HUMOR itu sangat begitu PENTING pada waktu, untuk orang dan disaat yang tepat. Kira-kira begitu. 


Dari skala 1 - 10, seberapa penting JOKES dan HUMOR untuk lu? Mengapa? 


Dalam bisnis yang gua jalankan sekarang, yaitu GLOBAL OUTBOUND. Gua selalu menerapkan bahan untuk membuat klien gua tertawa saat perkenalan, untungnya tidak pernah gagal dan tidak membuat klien gua ilfeel. 

Mau tahu apa itu JOKESnya? Saat perkenalan, gua selalu memperkenalkan nama gua adalah Fajar. Tetapi, pada waktu presentasi depan klien, gua selalu mengatakan, "kalau dalam dunia OUTBOUND, saya di kenal dengan panggilan MARMUT." Tentu saat gua bilang begitu, mereka bertanya-tanya, "kok MARMUT? Apa itu MARMUT? Bukannya MARMUT itu binatang?" 

Panggilan MARMUT itu bukan panggilan binatang, tetapi itu adalah singkatan. Singkatan dari apa? MARMUT, MAs fajaR iMUT 😁(gausah jijik gitu dong bacanya) hehe 

Itu sedikit jokes dan humor gua saat perkenalan dalam dunia outbound training. Kalau dunia lu, jokesnya bagaimana? Sharing yuk 😃

Terima kaseeeeh.

Salam dari @angkringanenaknan

4:44 Waktu Indonesia bagian Kota Istimewa Yogyakarta 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

QUESTIO - BAB 1

  BAB 1 – AWAL SEMUA DIMULAI “Karena setiap kedekatan dimulai dari satu pertanyaan kecil yang tulus.” Quaestio Prima "Semua orang bodoh bisa memberi jawaban. Tapi hanya orang bijak yang tahu bagaimana bertanya." — James Thurber Dulu, saat kecil, kamu mungkin pernah bertanya, “Kenapa langit warnanya biru?” Dan entah kenapa, saat dewasa, kamu berhenti bertanya. Buku ini ingin mengembalikan rasa ingin tahu itu. Bukan untuk dapat jawaban, tapi untuk membuka pintu obrolan yang selama ini tertutup rapat. Salam dari MARMUT, Mas fajAR iMUT. Quaestio: Kalau kamu bisa nanya apa saja ke siapa pun, hidup atau sudah tiada, kamu akan bertanya apa… dan kepada siapa? Pertanyaan apa yang paling sering kamu simpan, tapi sebenarnya ingin kamu tanyakan? Kapan terakhir kali kamu merasa benar-benar didengar? Pertanyaan Bisa Jadi Pelukan Pertanyaan itu seperti pelukan: kadang nggak perlu jawaban. Yang penting kita tahu, kita nggak sendirian. Quaestio: Kalau ada seseo...

Kesurupan Setan?

 CERITA: Obrolan di Warung Kopi yang Bikin Ustadz Nyerah Di sebuah warung kopi dekat kampus,  ada obrolan panas antara tiga orang:  - Aab, mahasiswa psikologi  - Ustadz Miqdam, dai muda yang aktif di kajian  - Pak Juki, tukang ojek yang suka baca Al-Qur’an sambil nunggu penumpang  Topiknya:  "Setan dan kesurupan itu nyata nggak sih?" Ustadz Miqdam langsung angkat suara: “Jelas nyata! Setan itu makhluk halus, diciptakan dari api, suka goda manusia, masuk ke tubuh lewat telinga, dan bikin orang kesurupan, teriak-teriak, sampai harus dipanggilkan guru spiritual!” Aab nyeruput kopi, lalu senyum: “Kalau setan bisa masuk lewat telinga… berarti dia kena otitis eksterna, Pak Ustadz.”  Semua tertawa.  Termasuk Ustadz Miqdam.  Tapi dia balik: “Kamu mau bantah dalil dengan canda?”  Aab santai: “Nggak, Pak. Saya mau bantah kebingungan dengan fakta.  Boleh saya tanya:  Kalau setan itu nyata, kenapa nggak pernah muncul di rekaman MRI? K...

QUESTIO - BAB 2

Bab 2: Jiwa yang Mencari “Semua manusia dilahirkan untuk bertanya. Yang membedakan bukan siapa yang tahu lebih banyak, tapi siapa yang berani terus mencari.” — Questio Pintu Pertama Kesadaran Quaestio I: Mengapa Kita Bertanya? Mengapa manusia selalu ingin tahu? Apakah Tuhan itu ada? Jika ya, bagaimana kita bisa membuktikannya? Apa peran agama dalam kehidupan manusia? Apa yang lebih penting: pengetahuan atau kebijaksanaan? Apakah ilmu pengetahuan mampu menjawab semua pertanyaan tentang alam semesta? Bagaimana kita bisa membedakan antara fakta dan opini? Apakah kebenaran itu bersifat absolut atau relatif? Apakah kita benar-benar bebas dalam menentukan pilihan hidup kita? Refleksi: Rasa ingin tahu adalah percikan ilahi yang ditiupkan ke dalam jiwa manusia. Ia seperti api kecil yang tidak akan padam, bahkan di tengah badai. Ia yang bertanya, belum tentu tahu. Tapi ia yang berhenti bertanya, pasti berhenti bertumbuh. Kesadaran Kolektif dan Dunia Dalam Quaestio II: Siapakah Kita...