Langsung ke konten utama

POLA

"Jika KEGAGALAN itu memiliki POLA, maka SUKSES pun ada POLA nya."

Mari sama-sama kita sadari dan perhatikan secara utuh dan seksama, polanya tuh begini: 

Diuji dulu baru naik kelas
Alami kesulitan dulu baru dapati kebaikan
Lewati kesusahan dulu baru hayati kemudahan
Hadapi masalah dulu baru nikmati hadiah

GECE BANGKIT !!!

Dan coba denger juga lagunya @souljahmusik yang judulnya TAK SELALU. Ada lirik yang mengingatkan kita, "Tak Selalu yang Berkilau itu Indah (Wo oW)." Jadi, biasa mawon njeh. Hehe. Sing penting SEMANGAT 45, Lur.

Ayo bareng-bareng lagi kita MEMUPUK HARAPAN dan mulai kembali BERANI AMBIL RISIKO dan tentu saja TANGGUNG JAWAB PENUH atas apa yang sudah kita pilih. Karena memang yang kita mulai ini LAYAK DIPERJUANGKAN. 

Gua sepakat, "ngga semua yang kita targetkan itu akan tercapai, apalagi ngga menargetkan sama sekali." Bukan begitu? Yuk kita perbaiki KEDALAMAN NIAT bersama-sama lagi. 

Gengs, kata Mas @dewaekaprayoga dalam karyanya. Jika kita mau mendapatkan hasil yang massive, maka kita pun harus bertumbuh secara massive. Dan kalau kita mau tumbuh secara massive, maka tumbuhlah dalam kesulitan. Belajar gila-gilaan, action gila-gilaan. 

Gas, BRUTAL POSITIF lagi. 
Go, EXTREM ACTION lagi. 

Ingat, POLA. 

Selain pola life skill yang tidak terlihat seperti DISIPLIN, KOMITMEN, KONSISTEN, PERSISTEN, KETEKUNAN, KEGIGIHAN, DAYA JUANG, DAYA RESILIENSI dan masih banyak lainnya lagi. Ada pola terlihat yang mesti kita TERAPKAN dan PRAKTEKKAN. Pola sederhananya begini:

Jago Presentasi = Banyak Closing
Ahli Negosiasi = Banyak Keuntungan
Massive action = massive income

Yo ngono kuwi lah. GO GO GO !!!

Sebagai penutup, gua mau mengutip pernyataan @coach.fahmi boleh yaa. 

HANYA BAJA YANG BISA MENEMPA BESI
HANYA YANG KUAT YANG BISA MEMBANTU YANG LEMAH
HANYA YANG LUAS YANG BISA MEMBANTU YANG SEMPIT
HANYA YANG TINGGI YANG BISA MEMBANTU YANG RENDAH

Ngga Percaya? Ayo kita WUJUDKAN pribadi menjadi BAJA KUAT yang LUAS nan TINGGI

Mari bergandengan tangan menyatukan kekuatan untuk FOKUS KEJAR CASH. 

Salam dari MARMUT,
MAs fajaR iMUT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

QUESTIO - BAB 1

  BAB 1 – AWAL SEMUA DIMULAI “Karena setiap kedekatan dimulai dari satu pertanyaan kecil yang tulus.” Quaestio Prima "Semua orang bodoh bisa memberi jawaban. Tapi hanya orang bijak yang tahu bagaimana bertanya." — James Thurber Dulu, saat kecil, kamu mungkin pernah bertanya, “Kenapa langit warnanya biru?” Dan entah kenapa, saat dewasa, kamu berhenti bertanya. Buku ini ingin mengembalikan rasa ingin tahu itu. Bukan untuk dapat jawaban, tapi untuk membuka pintu obrolan yang selama ini tertutup rapat. Salam dari MARMUT, Mas fajAR iMUT. Quaestio: Kalau kamu bisa nanya apa saja ke siapa pun, hidup atau sudah tiada, kamu akan bertanya apa… dan kepada siapa? Pertanyaan apa yang paling sering kamu simpan, tapi sebenarnya ingin kamu tanyakan? Kapan terakhir kali kamu merasa benar-benar didengar? Pertanyaan Bisa Jadi Pelukan Pertanyaan itu seperti pelukan: kadang nggak perlu jawaban. Yang penting kita tahu, kita nggak sendirian. Quaestio: Kalau ada seseo...

Kesurupan Setan?

 CERITA: Obrolan di Warung Kopi yang Bikin Ustadz Nyerah Di sebuah warung kopi dekat kampus,  ada obrolan panas antara tiga orang:  - Aab, mahasiswa psikologi  - Ustadz Miqdam, dai muda yang aktif di kajian  - Pak Juki, tukang ojek yang suka baca Al-Qur’an sambil nunggu penumpang  Topiknya:  "Setan dan kesurupan itu nyata nggak sih?" Ustadz Miqdam langsung angkat suara: “Jelas nyata! Setan itu makhluk halus, diciptakan dari api, suka goda manusia, masuk ke tubuh lewat telinga, dan bikin orang kesurupan, teriak-teriak, sampai harus dipanggilkan guru spiritual!” Aab nyeruput kopi, lalu senyum: “Kalau setan bisa masuk lewat telinga… berarti dia kena otitis eksterna, Pak Ustadz.”  Semua tertawa.  Termasuk Ustadz Miqdam.  Tapi dia balik: “Kamu mau bantah dalil dengan canda?”  Aab santai: “Nggak, Pak. Saya mau bantah kebingungan dengan fakta.  Boleh saya tanya:  Kalau setan itu nyata, kenapa nggak pernah muncul di rekaman MRI? K...

QUESTIO - BAB 2

Bab 2: Jiwa yang Mencari “Semua manusia dilahirkan untuk bertanya. Yang membedakan bukan siapa yang tahu lebih banyak, tapi siapa yang berani terus mencari.” — Questio Pintu Pertama Kesadaran Quaestio I: Mengapa Kita Bertanya? Mengapa manusia selalu ingin tahu? Apakah Tuhan itu ada? Jika ya, bagaimana kita bisa membuktikannya? Apa peran agama dalam kehidupan manusia? Apa yang lebih penting: pengetahuan atau kebijaksanaan? Apakah ilmu pengetahuan mampu menjawab semua pertanyaan tentang alam semesta? Bagaimana kita bisa membedakan antara fakta dan opini? Apakah kebenaran itu bersifat absolut atau relatif? Apakah kita benar-benar bebas dalam menentukan pilihan hidup kita? Refleksi: Rasa ingin tahu adalah percikan ilahi yang ditiupkan ke dalam jiwa manusia. Ia seperti api kecil yang tidak akan padam, bahkan di tengah badai. Ia yang bertanya, belum tentu tahu. Tapi ia yang berhenti bertanya, pasti berhenti bertumbuh. Kesadaran Kolektif dan Dunia Dalam Quaestio II: Siapakah Kita...